Pemkab Mamuju

Tokoh Andi Depu dan Spirit Perjuangan Perempuan Sulbar

Tokoh Andi Depu dan Spirit Perjuangan Perempuan Sulbar
Mantan Ketua Umum Kohati Badko HMI Sulselbar, Hajriana Ashadi (Penulis).

KabarMamuju.com -- Perempuan adalah tiang negara. Ketika perempuannya baik, maka baiklah suatu negara. Dalam lingkup kecil atau keluarga, ibu menjadi tiang utama mencapai kebahagiaan keluarga. 

Sekaligus menjadi faktor penting penyemangat untuk bertahan dan sukses mengarungi samudera tantangan.  Sejarah telah mencatat, tak sedikit perjuangan perempuan yang menorehkan tinta emas hingga Indonesia bisa merdeka. Sekaligus mengisi pembangunan di berbagai sektor hingga bangsa ini bisa eksis hingga saat ini. 

RA Kartini di Jawa satu di antara perempuan yang selalu dikenang karena memberi spirit emansipasi perempuan Indonesia melalui surat-suratnya yang berisi kegelisahannya melihat ketertinggalan kaum wanita di negeri ini. 

Tapi tak hanya RA Kartini, sejumlah perempuan di berbagai daerah di Indonesia juga tercatat dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. 

Di antaranya ada Maria Walanda Maramis di Sulawesi Utara yang dijuluki sebagai Kartini dari Minahasa.Ada Malahayati di Aceh yang memimpin 2.000 perempuan di Aceh menumpas Belanda. Ada Raden Dewi Sartika, tokoh perintis pendidikan untuk kaum wanita di Jawa Barat. Juga ada Martha Christina Tiahahu di Ambon. Emmy Saelan di Sulawesi Selatan. Sedangkan di Tanah Mandar, Sulawesi Barat, ada Andi Depu.

Sosok perempuan tangguh kelahiran di Tinambung, Agustus 1907.  Ia putri dari Raja Aarajang Balanipa yang ke-50 bernama La'ju Kanna I Doro bergelar Maradia Tomate Yudda. 

Sedangkan ibunya berasal dari kalangan bangsawan Mamuju bernama Samaturu dengan gelar Maraqdia Kinena. Sosok Andi Depu dikenal gigih melawan dan mengusir penjajahan Belanda dari Tanah Mandar.  

Beliau juga pernah mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada 1942 pada awal kedatangan tentara Nippon di Mandar. Tidak hanya itu Andi Depu juga aktif di berbagai organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan dan pada 1940 berdiri perkumpulan JIB (Jong Islamiten Bond). 

Aksi Andi Depu yang paling dikenang adalah saat dia menolak menurunkan bendera Merah Putih yang berkibar di Istana Raja Balanipa di Tinambung pada 28 Oktober 1945. Para tentara Belanda yang hendak menurunkan bendera Merah Putih tersebut dicegat oleh Andi Depu yang berlari memeluk tiang bendera. 

Di tengah kepungan tentara Belanda itu, Andi Depu lalu berteriak lantang dalam Bahasa Mandar "Lumbangpai Batangngu, Muliai Pai Bakkeu, Anna Lumbango Bandera".

Artinya dalam bahasa Indonesia, "Biarlah saya gugur, mayatku kalian langkahi, baru bendera ini bisa kau turunkan". 

Aksinya itu membuat pengawal istana dan warga Tinambung menerobos kepungan Belanda dan berdiri mengelilingi Andi Depu. Belanda pun tak jadi menurunkan bendera tersebut.

Atas sikap patriotnya itu, Hajjah Andi Depu dianugerahi Pahlawan Nasional pada 6 November 2018. Selain Andi Depu, dari Tanah Mandar pun sebenarnya banyak perempuan tangguh yang berperan besar mengusir penjajah dari Nusantara. 

Sebut saja Haji Maemunah Pance, St. Jala’ Hamzah, Ruaidah Rauf, Rosmiani Achmad, Haji Habibah Pawannari, serta Haji Ummihani Salam. Ada pula I Latta -permaisuri Arayang Pamboang Ajuara, dan Haji Jamilah, istri Kaco Puang Ammana I Pattolawali Mara’dia Malolo Pambuang dan Banggae. 

Baik I Latta maupun Jamilah, dikenal karena kegigihan mereka mendampingi sang suami bahkan dalam keadaan perang dan di pengasingan. Dari mereka, kita belajar bagaimana perempuan bisa tampil di depan berjuang melawan penjajah, tanpa terbelunggu sekat jenis kelamin dan status sosial. 

Para perempuan itu mampu mendorong kaum perempuan untuk maju di bidang pendidikan. Para perempuan Sulbar hari ini perlu mengikuti spirit perjuangan Andi Depu dan para perempuan tangguh yang rela mengorbankan harta dan nyawanya demi negeri yang dicintainya terbebas dari penjajah dan kebodohan.

Kita bisa!. 

Penulis : Hajriana Ashadi

Editor : Fritz Wongkar

Kabar Serupa :
Pembebasan Lahan Bandara, Anggaran Yang Tersedia Tidak Cukup
Kabar Profil Tokoh

Pembebasan Lahan Bandara, Anggaran Yang Tersedia Tidak Cukup

06.05.2021 - 09:18
Tolak Sawit, Hipmakar Gelar Aksi di DPRD Sulbar
Kabar Profil Tokoh

Tolak Sawit, Hipmakar Gelar Aksi di DPRD Sulbar

15.03.2021 - 11:13
Polda Sulbar Dapat Penghargaan Nasional
Kabar Profil Tokoh

Polda Sulbar Dapat Penghargaan Nasional

22.02.2021 - 13:03
Pasca Gempa, Seorang Lansia Meninggal di Majene
Kabar Profil Tokoh

Pasca Gempa, Seorang Lansia Meninggal di Majene

04.02.2021 - 06:57
Cek Fakta
CEK FAKTA LAINNYA
Basarnas Mamuju